Pecundang yang Bukan Pecundang

AM Putra

Adakah ia? Ia selalu berada setelah pemenang, ia selalu terleceh lagi tertindas, ia selalu…sendiri di tengah keramaian;

Ia selalu berada dalam utopia: gelisah, cemas, khawatir, gundah, resah, panik;

Maka ia beralih menjadi anonimitas ketanpa-namaan;

Identitas terkadang adalah anonimitas;

Kepalsuan bisa saja menjadi representasi identitas;

Tampang saya, anda, dan mereka di dunia maya mungkinlah representasi identitas palsu;

Keaslian adalah kebenaran sekaligus kepalsuan;

Aku lari dari dunia nyata dan meringkuk di dunia maya;

Karena kenyataan membuktikan bahwa dunia nyata adalah kepalsuan dan dunia maya adalah keaslian;

Namun dua-duanya masih menyisakan kesama-rupaan: tidak ada kebenaran mutlak kecuali Satu.

 

AM Putra, Seorang Pecundang

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: