Kekeliruan Jurnalisme untuk Berarsitektur

21 April 2008

Kekeliruan seseorang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi. Bila anda pejabat penting sebuah negara dan anda keliru menyimpan rekaman bugil-bareng-simpanan di tempat yang tidak tepat, maka hampir pasti pedagang informasi akan mendapat rejeki dari kekeliruan anda. Istilah ‘berita yang baik adalah berita buruk’ menjadi kalimat implisit yang jelas disini. Dan coba cari saja sarana informasi mana yang mampu bertahan hanya dengan menampilkan berita baik yang baik. Bahkan tabloid religius pun masih harus mendramatisir kematian seseorang. Ini saya namai Kekeliruan Jurnalisme, beberapa pihak lebih sreg Kesalahan Jurnalistik, namun dua-duanya tidak terlalu perlu diperdebatkan. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kekeliruan Jurnalisme

5 April 2008

Sebelumnya tulisan ini berkilas balik pada kejadian kurang lebih setengah tahun yang lalu, kala blog KAP lama mengulas Gramedia Expo. Hanya gara-gara menangkap informasi yang salah dan menyebarkannya secara kurang bertanggung jawab, berbagai pihak yang hidungnya tercocok langsung menanggapi tulisan saya, bahkan sampai pada elite terpuncak: si arsitek sendiri, Ridwan Kamil. Permasalahannya bukan cuma berhenti sampai disitu, ketika saya akhirnya menyadari kekhilafan saya pun, orang-orang (baca: teman-teman sejawat) tetap berada pada kubu yang memojokkan saya. Pelacur, penjilat, pecundang sejati, adalah beberapa kata terhalus yang sempat ditempelkan ke jidat saya. Baca entri selengkapnya »


Eklektikisme Mie Kocok Bandung

30 Januari 2008

//www.flickr.com/photos/coffeefloat/81280792/in/pool-bandungfood/)

Mie Kocok Bandung

Ketika mendengar bahwa di Jalan Walikota Mustajab akan dibuka depot Mie Kocok Bandung, saya langsung tertarik. Konon Mie ini sangat terkenal di kota asalnya, dan begitu dibuka cabangnya di Surabaya, antusiaslah warga. Berkali-kali saya berminat untuk mencoba hidangan ini, tapi berkali-kali pula batal, ini dikarenakan sedemikian membludaknya pengunjung yang datang. Dan akhirnya, pada sebuah kesempatan saya beserta keluarga berhasil juga duduk dan memesan Mie Kocok Bandung Mustajab. Harganya pun relatif terjangkau bagi kalangan menengah. Baca entri selengkapnya »