Adakah ia? Ia selalu berada setelah pemenang, ia selalu terleceh lagi tertindas, ia selalu…sendiri di tengah keramaian;
Ia selalu berada dalam utopia: gelisah, cemas, khawatir, gundah, resah, panik;
Maka ia beralih menjadi anonimitas ketanpa-namaan;
Identitas terkadang adalah anonimitas;
Kepalsuan bisa saja menjadi representasi identitas;
Tampang saya, anda, dan mereka di dunia maya mungkinlah representasi identitas palsu;
Keaslian adalah kebenaran sekaligus kepalsuan;
Aku lari dari dunia nyata dan meringkuk di dunia maya;
Karena kenyataan membuktikan bahwa dunia nyata adalah kepalsuan dan dunia maya adalah keaslian;
Namun dua-duanya masih menyisakan kesama-rupaan: tidak ada kebenaran mutlak kecuali Satu.
AM Putra, Seorang Pecundang
